Religion = Brand ?

Apakah anda tau bahwa agama hanyalah sebuah brand? Entah kenapa saya berpikir ke arah sana. Soalnya ciri-cirinya mirip banget dengan ciri sebuah brand. Do you really curius and wanted to know more? Well here’s the clue :

Brand identification

 

Islam : Jilbab, Shalat, Masjid, Al Quran

Kristen : Salib, Gereja, Biarawan, Injil, Natal

Hindu : Nyepi, Pura.

Buddha : Spiritualisme, Yin Yang, Biksu, Wihara.

 

endorser

 

Kristen : nabi Isa, Pendeta

Islam : Muhammad, ustad

 

Purchase Product

 

Kristen : Salib

Islam : Kalung Dzikir

 

Tempat Awal Sejarah

 

Islam : Mekkah, Madinah

Kristen : yerussalem

 

Consumer Behaviour

 

Islam : East-Minded, cenderung konservatif, berdoa 5 kali sehari

Kristen : West. Cenderung openminded. Berdoa seminggu sekali

 

Role Model

 

Islam : Allah SWT

Kristen : Yesus, Bunda Maria

 

 

Both : Word of mouth, direct marketing

Promosi

 

Price

 

Islam : 2 Kalimat Syahadat

Kristen : Baptism

 

Public Policy

 

Kristen : kalau berbuat salah ada pengakuan dosa dengan pendeta. Katolik tidak boleh cerai. Kalau mematuhi masuk surga, tidak mematuhi masuk neraka.

Islam : tidak boleh makan babi dan anjing. Ada istilah haram dan halal. Tidak boleh minum alcohol, zinah. Kalau melanggar masuk neraka, dapat dosa. Kalau mematuhi mendapatkan pahala. Harus naik haji biar cepet masuk surga.

Brand Culture

 

Kristen : ke gereja setiap hari minggu, natal, salib, berdoa dengan menyanyi.

Islam : shalat tiap hari jumat, ada idul fitri dan idul adha, potong kambing, puasa selama 1 bulan, menggunakan peci hitam untuk pria dan jilbab untuk wanita.

Brand Preference

 

Kristen advent, katolik, protestan, ekstrimis

Islam liberal, moderat, konservatif, ekstrimis

Corporate social responsibility

Kristen : amal

Islam : zakat

SDM

Kristen : Biarawati dan biarawan, volunteer

Islam : remaja Islam Masjid

Maaf yah Buddha dan hindu kurang saya bandingkan Karena pengetahuan saya mengenai dua agama tersebut cukup terbatas. Hehe. Dari tabel di atas saya melihat bahwa agama sebetulnya hanyalah sebuah brand. Tidak ada yang membedakan antara masing2 agama karena sebetulnya semuanya sama. Argument di atas cukup mendukung paham pluralisme. Tapi perlu saya tegaskan bahwa rasionalitas tersebut tidak dapat disandingkan dengan irasionalitas. Itu saya rasakan sendiri saat saya sudah menemukan bukti di atas, hati saya mengatakan bahwa islam tetap agama saya. Irasional kan? Selain itu saya juga ingin menegaskan kepada mereka yang percaya bahwa agama itu sangat berbeda satu sama lain bahwa esensi dari suatu agama adalah MENGHARGAI PERBEDAAN DAN TOLERANSI. Hanya saja kenapa eksekusinya berat banget yah? Hmm which part is hard? Tell me? Menurut saya sih ego yang lumayan tinggi untuk bersedia menghargai orang lain dan agamanya.

Apa yang dilakukan oleh FPI dan anggota”nya kemudian mengatakan bahwa dia mewakili Islama, perlu dipertanyakan lagi, ISLAM YANG MANA? Kelompok seperti itu merupakan teroris dalam arti yang sebenarnya.

Kembali ke topik awal mengenai agama dan brand, Karen Armstrong dalam bukunya “Sejarah Tuhan” dapat disimpulkan bahwa agama itu bisa jadi gap yang disebabkan oleh banyak faktor. Menurut saya, bisa aja sih menjadi Gap, tapi itu semua tergantung dengan konteksnya, kapan dan bagaimana hal tersebut terjadi. Gap juga dapat terjadi diantara pemeluk agama ‘kan bisa dilihat pada brand preference di tabel di atas tersebut. Perlu diketahui bahwa taurat, injil, dan alquran banyak Grey Area-nya. Contohnya tentang ayat mengenai Poligami, An Nisa ayat 2 dimana kubu liberal menganggap bahwa ayat tersebut menjadi sanggahan bahwa poligami itu dilakukan berdasarkan konteksnya yaitu islam membatasi dengan 2,3 atau 4 karena saat itu orang-orang arab mempunyai istri hingga 8/9. Tetapi di sisi lain bagi kalangan islam konservatif/tradisional, menjadikan ayat tersebut pembenaran untuk perilaku poligami mereka. Saya pribadi enggan memberikan komentar benar atau salah tetapi ingin menekankan sesuatu bahwa al-quran segitu abu-abunya sehingga bisa menimbulkan berbagai interpretasi bagi umatnya. Ini berlaku ke semua agama.

Tapi mau gimana agama adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, kita tidak dapat mengharapkan bukti-bukti empiri datang di kemudian hari..hmmm atau mungkin saja ya? Karena kok setelah saya telaah lebih jauh, agama seakan-akan hanyalah bagian dari mitos atas siklus Abad-an. Teori yang saya lempar lagi ini pun tentu ada argumennya.

Ingat tidak, beberapa ratus tahun lalu seluruh dunia percaya bahwa dunia ini ditopang oleh seekor gajah atau beberapa abad lalu, seluruh dunia percaya bahwa dunia ini berbentuk piring hingga akhirnya Columbus memecahkan teori tersebut dengan berlayar mengelilinginya. Mungkin ga agama juga seperti itu? Mitos apalagi yang akan muncul di kemudian hari.

Fakta yang perlu anda ketahui adalah seluruh agama yang ada di dunia hanya mengakui bahwa dunia ini tercipta 12.000 tahun yang lalu. Jadi era Dinasaurus yang berabad tahun lalu dianggap tidak ada? Hmmmmmm… THINK,GUYS!

4 thoughts on “Religion = Brand ?

  1. Liana says:

    HI Ingkan,

    This is a very interesting thought, and I can’t agree with you more. However, your point about religion and dinosaur need to be explain. My point of view is, dinosaurs did exist  however, it was long before our world. See, the meteor did destroy the earth, and the dinosaurs became extinct, however, the world did not vanish.it was still there and evolves and a human then is created, we human evolve, have religion and still leave until now. and I believe, the prophecy says that the world will end someday. So, my theory is when our world ends, the world then evolves again and new live will exist, and it will goes on and on.  I think that is how ALLAH SWT shows his / her greatness. Anyway, that is just my theory :p

    Cheerz,
    L

  2. Hai lianaaa sorry for my long approving hehehe. well my email has been hacked so i cant check my blog😦 but its fine now. *thankgod hehe

    speaking of your theory, interesting,it does make sense. but again, we only believe what we want to believe🙂 but thanks for your feedback. appreciate it🙂

  3. Brian Karundeng says:

    100% agree! very well putted. Kenapa coba buddha dan hindu ga bisa dibandingkan? mungkin karena buddha dan hindu realm is so far behind (ancient) that it is kinda hard to trace, but Islam and Kristen masih kentara “brandingnya” sejak jaman perang salib.

    enjoying your blog. Don’t stop.

  4. cahaya says:

    assalaamu’alaikum…. sob, islam itu indah dan klo kamu mo merasionalkan, coba liat dalil al Qur an, surat an nur ayat 30 dan 31. baik pria mo pun wanita diminta untuk menjaga pandangan dan kemaluannya. kenapa ya? klo kita logikakan, ternyata supaya manusia itu tidak melakukan perzinahan. karena ternyata banyak efek negatifnya ketimbang positifnya. seperti merusak silsilah keturunan karena gak jelas anak dari siapa; menyebabkan penyakit kelamin yang berbahaya ( aids,de el el), jatuhnya harga diri dimata manusia maupun Allah. so, islam itu agama sempurna, gak ada yang menandinginya. klo kamu penasaran baca dunk terjemahannya, dan cari teman diskusi yang tentunya lebih banyak ilmunya tentang tafsir al Qur- an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s