THE SCIENCE OF EVERYDAY THINKING.

Sejak akhir tahun saya sudah giat mengikuti online course dari EDX

subjectnya macem-macem banget, tapi motivasi awal saya nyari kelas ini : grammar enhancement class. pilihan saya waktu itu ada 2, either ambil LBI UI atau EDX ini. Namun karena saya harus menunggu kurang lebih 2 bulan untuk pendaftaran, saya memutuskan untuk mencoba EDX – nama subjectnya PRINCIPLES OF WRITTEN ENGLISH. saya pikir, mumpung gratis..iseng-iseng berhadiah dan ngga ada niat untuk menyelesaikan subject ini sampai dapat sertifikat. tapi saya salah!

saya justru jatuh cinta sama metode sistem online course edx ini. how come?

Pertama saya ingin jelaskan dulu, EDX adalah website yang menawarkan course/kursus bersertifikat gratis yang merupakan CSR program dari universitas ternama seperti queensland/harvard/MIT/etc. nah kebetulan course saya ini diajarkan oleh dosen dari university of berkeley. sistem pengajarannya buat saya keren banget!! sama kaya kuliah rasanya tapi online, ada deadline dan silabus. berbeda sama kelas kuliah biasa yang membosankan, cara pengajaran di EDX hanya mengharuskan kita nonton video yang berkisar 5-9 menit. 1 episode/1 pertemuanlah ya istilahnya terdiri dari beberapa video + kuis (summary yg kita tonton) dan discussion. discussion menurut saya yang paling seru, karena ini FREE (saya sempet mikir palingan yg ikut orang-orang yg ngasal2 kaya saya——tapi ternyata saya salaaah mereka SANGAT ANTUSIAS sama kelas-kelas yang diikuti) yang ikut EDX adalah orang-orang dari puluhan negara, dengan range usia dari 20 – 70 tahun!! kita disuru kasih pendapat tentang subject per episode, there are no right or wrong answer. semakin kita engage dalam diskusi, kita semakin banyak poin. ohyaaa sistem penilaian dari awal juga udah dikasi tau. Kalau kita ngga ngerti kita bisa lempar pertanyaan ke forum itu dan akan dijawab sama student atau teacher. yang bikin seneng sih, ngga ada judging bahwa seseorang itu pinter atau bodoh, mereka bahkan encourage kalau masih ada yang kurang ngerti bisa hubungi via FB/twitter si dosen dan dikasi materi tambahan misal link e-book untuk download atau tedx video dan sebagainya.

ini contoh progressnya – saya ga lulus hikss kurang 2 persen untuk subject ini soalnya ga ngerjain pe er dan missed 1 episode. tapi yang bikin seneng, walaupun saya ga lulus, saya masih bisa ambil lagi subject ini kalau saya udah siap. menyenangkan yaaaa🙂 jadi orang-orang yang mampir ke website ini bener-bener buat orang yang punya niat untuk belajar, bukan untuk sertifikat/gelar dan sebagainya.

okay, enough tentang EDX in general. setelah saya gagal ambil kelas Principles of written english, yang menurut saya berat soalnya harus bikin essay tentang masalah yang terjadi di negara saya tinggal – tentunya gampang, kan ada traffic, ada konsumtif, ada korupsi dan sebagainya. tapi membuat essay ga segampang membuat blog,itu yang saya baru paham. saya harus perhatikan argumen dan premisnya. itulah yang bikin saya nangis bombay menghadapi kenyataan bahwa saya harus mantepin dulu grammar saya baru deh ikut kelas essay lagi :(((( biar lebih pedeee gitchuuuu hihihi

lalu, saya ambil kelas yang menurut saya KEREN BANGET, namanya THE SCIENCE OF EVERYDAY THINKING. penasaran kan pelajaran apaaa sih itu? di EDX banyak banget subject aneh-aneh, ada tentang music appreciation, ada tentang life/yoga dan sebagainya, ada tentang fisika. pokoknya spesifik banget. Nah kelas yang saya ambil, intinya hanya satu : CRITICAL THINKING!! penting yaaaa :))))

Kelas ini saya ambil dari bulan Maret – Juni 2014 terdiri dari 12 episode.

Episode 1

moderatornya mau cari baseline. saya dikasi pertanyaan absurd, dan dari awal dikasih tau that there are no right/wrong answer. interesting kaaaan. Pertanyaannya kaya gini :

Do you believe in ghost? UFO? herbal medicine? witch? astral projection?

saya sih ada yang jawab percaya ada yang engga. tapi saya percaya sama hantu ahuahuahuaa

Nah episode selanjutnya adalah bagaimana membuktikan ini dimata science, ga sembarang experiment juga loh. misalnyaaa profesor psikologi yang belajar tarot reader, atau yang pernah mengalami astral projection. nah penjelasan testimoni ini dari orang-orang yang punya kredibilitas tinggi seperti profesor/dosen/peneliti  tapi punya pengalaman yang tidak bisa dijelaskan sama science🙂 testimoni mereka tidak membenarkan atau menyalahkan kepercayaan kita sama UFO/ghost atau apapun itu. mereka hanya memberikan teori dan penjelasan rasional, masalah percaya atau ngga dikembalikan ke kita lagi

Terus diajarin juga cara berpikir kritis ala Daniel Kahneman – authornya thinking fast & slow, profesor psikologi yang baru aja menangin nobel ekonomi. nah loh?!😀 dia ngasi tau bedanya orang kritis atau engga, orang yang kritis adalah orang-orang yang memberikan effort dalam proses berpikirnya. jadi yesss semua orang bisa kok jadi orang yang kritis🙂 flawnya adalah berat bok, ga semua kok harus dikritisin. baca bukunya deh🙂 atau tedxnya juga ada kalau mau versi singkatnya. bukunya tebel bangeeeeet!

Diajarin juga metode belajar yang paling efektif – ini salah satu episode favorit saya. orang selalu berpikir bahwa sistem SKS – sistem kejar semalam sama spacing effect/metode dicicil2 itu jauh lebih efektif sistem dicicil. ternyata berdasarkan eksperimen, dua-duanya efektif loh hihihi bedanyaaaa sistem SKS kitanya cepet lupaan soalnya sifatnya short term banget sementara spacing effect itu long term. nah ini pentingnya diajarin ke anak-anak, ponakan atau adik-adik yang mau ujian. tanya ke mereka, kalau subjectnya menurut mereka penting dan berguna untuk long term, sarankan untuk pake spacing effect, sementara  kalau ilmunya ga penting-penting amat, pake sistem SKS boleh juga. selain sistem cicil, coba juga sistem flash card, itu juga efektif banget.

terus diajarin juga beberapa tipe fallacy dan biases dan statistik,faaaak aku benci statistik!! terus diajarin jugaa tentang placebo effect. saya selalu percaya seharusnya sistem pendidikan itu seperti ini. 2 ARAH- bahwa guru itu bukan tuhan dan kita punya hak untuk mengkritisi guru, guru dan murid harusnya equal. saya selalu mikir gini loh ya, what happen with education world sih, we are a paying customers, kok kita yang self service?!

saya mau share dikit tentang pengalaman saya kuliah di universitas Paramadina, ohgod, kalo ada mantan dosen saya baca ini saya udah digampar bolak balik ini. sebelum saya cerita maapin yaa i have lied to all of you and this is my confession :P intinya adalah saya itu kuliah 7 tahun bok, hingga suatu hari saya ditetapkan waktu untuk sidang, saya malah tidur dirumah. ngga dateng!! HEHEHE tapi saya melihat alasan saya ga dateng itu valid. karena beberapa hari sebelumnya, dosen saya ngambek sama saya dan bilang ga usah ikut ujian soalnya saya maksa minta dipercepat jadwalnya. sekali lagi buat saya valid juga alesannya, saya ga mungkin mundur 1 bulan lagi, karena artinya saya nambah semester baru dan bayar lagi untuk 1 semester yang tentunya ga murah khaan disitu. karena saya ga dateng itu, saya disuru ke kampus dibilang disrespectful karena mereka sudah meluangkan waktu buat saya,apalagi saat itu bulan puasa. Oke, itu bener. tapi pemberitahuan jadwal yang pada saat itu hanya via sms dan memberikan statement bahwa saya tidak jadi sidang buat saya juga tidak acceptable (yang seharusnya saya tau bahwa itu cuma emosi aja hehehe ngadepin saya yg banyak minta) however i was a customer, a concept that people in education world would never understand, at that time.

Kebetulan Pak Anies Baswedan baru aja jadi rektor 3 bulan disitu, bete abis dimarahin 3 dosen, ga jadi sidang trus jadi perpanjang semester akhirnyaa galau deh langsung cus ke mol dijemput pacar. ngga tau setan apa yang merasuki saya,pas lagi di jalan saya telp tuh rektor. saya ngomel “pak tolong dong saya ini mahasiswa yang harusnya ujian tadi jam 9, malah dicancel sepihak” —lebay banget kan saya! padahal saya yg ga dateng,

pacar saya nanya “nelp siapa tuh?”

saya : “pak anies”

pacar : “WHAT?!?! kamu itu gimana siih udah tinggal selangkah lagi lulus pake drama kaya gini” and my face was like, shit I fucked big time😦

tapi pak anies nelpon saya balik, sesuai dengan janjinya : “saya sudah kroscek sama bagian dosen, justru kamu yang ngga dateng dan sepihak membatalkan”

saya : “betul pak, saya pikir batal karena ada statement batal dari dosen saya. kemudian kepastian saya sidang aja hanya via sms. dimana kalau saya ke kampus naik bis dan hp saya ilang — saya tetep ga bisa sidang kan pak? media informasinya hanya via itu. saya hanya menyampaikan keluhan dari orangtua saya, mereka menyayangkan sekali dengan minimnya media informasi di kampus ini. kenapa saya komplain ke bapak? karena kalau bapak ke restoran dan makanannya ga enak, kemudian bapak tidak puas dengan service waiters, bapak komplain ke manajer kan? itulah yang saya lakukan pak”

Pak Anies : “hmm.. baiklah saya minta maaf mewakili Paramadina,dan masukan kamu bagus sekali, saya akan perbaiki sistem sidang dikampus ini..” klik!

dosen-dosen ngamuk setengah mati dan saya yg lagi jalan-jalan di mol jadi balik lagi ke kampus dan sambil mempersiapkan mental dimarahin para dosen yg kena omel rektornya. tapi saya memberikan penjelasan yang sama walaupun sebetulnya orang tua saya ga tau sama sekaliii tapi penjelasan tersebut ide-idean saya dengan pacar yang udah kepepet takut dimarahin hehehehe xp dan yang menyenangkan adalah, dosen-dosen menerima penjelasan saya itu bahkan menitipkan salam untuk orang tua saya yang saat itu dag dig dug ser nunggu anaknya disidang padahal batal ahuahuahauhauhua..

tapi cerita di atas, membuat saya appreciate dan respect sama pak anies yang mengerti bahwa walaupun saya student, i am also a paid customer that deserved to get the same services like any other industries. konsep yang kadang traditional school susah ngerti bahwa baik murid dan guru sama-sama harus dikritisi, sistem, metode pendidikan, SOP dan sebagainya and ngga anggep personal kalo lg dikomplain.

kembali ke EDX, online course ini juga seperti itu, ada paid coursenya juga kok kalau mau dapet sertifikat, kalau mau ilmunya doang ya free. kita dapet nilai bagus ya kalau kita ontime delivered tugas dan engage dalam forum diskusi, boleh setuju atau ga setuju dengan pendapat orang lain. disini untuk pertama kalinya saya menggunakan internet secara maksimal untuk tiap subject yang saya pelajari tanpa takut dapet nilai jelek, tanpa takut failed karena yang penting ilmunya, bukan sertifikatnya.

suatu hari nanti, saya akan sekolahin anak-anak dan cucu-cucu saya home schooling. bye bye traditional school! enough is enough.

sementara itu, saya udah ngga sabar untuk tanggal 8 Juli!! kelas baru saya akan dimulai – udah daftar lagi untuk kelas ke 3 huahuahuahauhaua bodo! I LOOOOOVE ONLINE COURSE!! ini subjectnya juga menarik yaitu LEADERS OF LEARNING! :))

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s